Hati Yang Mengharap Kau Kembali

Hati menjadi tak karuan,Bingung,Tak tahu apa yang harus aku lakukan, Sayang,dengarkanlah jeritan hatiku ini. Pilu, memiris hati yang mendengar. Sayang, tahukah kau, luka yang telah kau buat membuat hatiku seperti serpihan kaca yang telah remuk. Kau khianati aku, khianati cinta suciku padamu. Aku tak menangis, ataupun bersedih. Yang ku rasa saat ini hanya inginkan kau kembali kepadaku. Kembali menjadi harapan terindahku.Karena ku merasa cinta adalah hidupku.Kasih sayang adalah kekuatan hidup ku untuk menjalani susah sedihnya hidup. Aku mohon engkau kembali disisi ku selamanya. Dan membangun lagi cinta yang dulu pernah hilang. SAYANG!!! Aku mencintaimu setulus hatiku.

Dosa Ku

Saat-saat menjadi keras
Kegundahanpun menyesakan nafas
Harapan hamba selain ampunan-Mu
Hamba jadikan tangga kesurga-Mu
Dosa-dosa menggunung tak terbayangkan
Tetapi jika hamba bandingkan
Ampunan-Mu lebih besar,
Tak meragukan
Engkaulah pemberi ampunan
Atas segala yang hamba lakukan

C.I.N.T.A

Bukan hanya cinta yang dibutuhkan
Tetapi rasa kasih sayang itu perlu
Karena cinta tak menjamin seseorang mau membagi
Kasih sayangnya kepada orang yang dicintainya
Sedangkan orang yang sayang pasti mencintai
Orang yang disayangnya
Rasa sayang adalah rasa timbal balik
Ada yang memberi dan menerima
Bila ada orang yang ingin memberi rasa
Tapi tak ada yang menerima rasa itu
Maka sia-sia saja
Tidak merasa sayang apalagi cinta

Keindahan Pelangi

Pelangi
Gerimis yang turun begitu menentramkan jiwa
Tetes-tetes airnya membiaskan warna yang indah
Pelangi
Biarlah hanya mata yang menjadi saksi
Keindahan pelangi
Dan biarkan bibir menjadi pengungkap
Keindahan itu
Hati tidak menyangka dan tidak disangka
Bahwa pelangi akan muncul sore ini
Sore yang cerah,
Sore yang penuh dengan keceriaan
Warna anggunnya menentramkan jiwa
Keindahan yang harus disaksikan
Indah
Indah dan hanya indah
Yang akan terucap dari bibir ketika mata melihatnya

Ciptaan Terindah

Wanita adalah ciptaan terindah yang akan selalu hadir dalam hembusan nafasmu, dalam setiap butir embun di pagi hari. Dan wanita... Ia seperti matahari, kamu akan selalu melihat pantulan sinarnya di embun pagi yang akan menanadai baik buruknya kamu di awal hari. Baik buruknya kamu di dunia ini. Seperti sebuah embun, dia akan memudar seiring datangnya siang, seiring angin dan daun hijau yang membawanya jatuh ke tanah. Tapi, biarpun dia hilang, kamu akan melihat lagi embun itu esok pagi......dan seterusnya.......dia akan mencintaimu seterusnya bila kamu mencintainya untuk seterusnya......uNtuk seterusnya........

SEMANGAT!!!!!!!!!

Ini tentang sebuah perasaan yang tak pernah terungkapkan. Sakit, sakit..! Hanya sakit yang yang di rasakannya. Tak pernah terduga, tak pernah dikira. Hati pun menangis pilu karena ternyata sang kekasih hati telah memiliki pujuaan hati. Sayang seribu kali sayang, hanya sesal yang sekarang dia rasa. Akankah bisa ini semua tak pernah terjadi dan hanya sebuah mimpi??????????
Kini dia sendiri menhan kesepian hati yang selalu menerpa hatinya. Hidup memang susah tapi jangan dibuat susah!!! Hidup itu penuh dengan perjuangan yang akhirnya akan membuat diri kita bahagia.
Jangan terlalu menyesali nasib, dan jangan terlalu merenunginya karena itu hanya akan membuat kita sakit dan menderita.
TETAP SEMANGAT!!!!!!!!!!!!!!!!

Kata-kata penyemangat hidup

“Habis gelap terbitlah terang.Habis kebodohan terbitlah cahaya ilmu.”
Kata-kata yang begitu singkat, tapi memiliki makna yang sangat dalam, dalam sekali. Habis gelap terbitlah terang seakak-akan mengandaikan pendidikan itu ibaratnya pelita yang akan mununtunmanusia buta, bodoh manuju cahaya ilmu yang gilang gemilang.
“Menulislah, atau kau akan menghilang dalam pusaran sejarah.”
Kata-kata yang indah, yang mamiliki makna amt dalam. Menulis itu pekerjaan panggilan hati, seorang penulis itu penjaga peradaban agar tidak punah, menulis berarti mengikat ilmu, menulis berarti seperti seorang bidan yang membantu kelahiran bayi-bayi sejarah yang akan dikenal, dirasakan, kemudian tumbuh menjadi besar. Menulis berarti membenihkan gagasan untuk diteurkan sebelum akhirnya berkecambah seperti pohon kacang plolong yang tumbuh terus menerus hingga keatas langit.
Bayangkan sebuah dunia tanpa tulisan, betapa sepinya, tak ada hiruk pikuk, pengetahuan, taka ada debat intelektual, perpustakaan-perpustakaan menjadi sepi.dunia hanya diliputi kertas kosong berwarna putih. Tak ada gedung-gedung tinggi sebab tak ada yang menulis tentang tehnik kontruksi bangunan, tak ada tanaman bonsai sebab parailmuan tak menuangkan bagaimana itu nengorbit tanamannya dalam sebuah tulisan. Tak ada pemerintahan bercorak nasionalisme sebab para penggagasnya hanya memikirkan ide itu didalam otaknya.
Peradaban sejarah lebih dikenal setelah berlalunya masa nirlekha (masa pratulisan) dimana manusia bisa meniru para pendahulunya setelah mereka berkomunikasi dengan buku, sebuah jembatan menuju mesin waktu masa silam. Kita membayangkan hidup dijaman para penulis itu larut didalamnya.
Mungkin salah satu pesan dalam kalimat itu adalah, mengajak kita untuk selalu menulis, menulis itu untuk mengekalkan kita, menulis juga sebagai amal shalih kita yang selama ini datang dan pergi tanpa sesuatu yang berarti, mereka datang seperti mendung dan menghilang seperti hujan, bahkan jejak-jejaknya sendiri menguap tanpa bekas.
Mereka yang tak pernah menulis nasibnya akan seperti bermiliar-miliar manusia yang lain, sejak zaman Nabi Adam hingga zaman akhir seperti ini, manusia datang silih berganti, ia seperti tunas-tunas muda, menjadi pohon tuasebelum akhirnya latu dan mat. Apakah kita yang dikaruniai akal dan fikiran akan memandang kehidupan inidengan cara yang sama? Kita manusia yang diserhi tugas untuk mengemban amanat ini, mengapa ikut musnah ditelan bumi???